Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Akidah-Akidah pokok Dalam Ilmu Tauhid, Rukun Iman, Pengertian Dasar-Dasar Keimanan, Hubungan Antara Iman Dan Islam, Rukun Islam, Aliran-aliran ilmu kalam

Rukun Iman dan Islam

Akidah Pokok Dalam Ilmu Tauhid

Secara bahasa Akidah berasal dari kata ‘aqada-ya’qidu-‘uqdatan-‘aqidatan, yang artinya kesimpulan, ikatan atau perjanjian. 

Jadi Akidah adalah keyakinan yang tersimpul kuat di dalam hati bersifat mengikat dan mengandung perjanjian kita dengan Allah dalam hal meyakini ke Esaan-nya dalam. 

Akidah pokok dalam ilmu tauhid yaitu rukun iman antara lain:
a. Iman kepada Allah
b. Iman kepada malaikat-malaikat Allah
c. Iman kepada kitab-kitab Allah
d. Iman kepada rasul-rasul Allah
e. Iman kepada hari kiamat
f. Iman kepada qada’ dan qadar

Rukun Iman

Iman adalah membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan. Iman memiliki rukun, sebagaimana pertanyaan malaikat jibril as kepada Rasulullah SAW:

اخبرني عن الايمان قال : ان ثؤمن بالله وملائكثه وكثبه ورسله واليوم الاخر وثؤمن بالقدر خيره وشره 

“Beritahukan aku tentang iman; Rasulullah menjawab, Engkau beriman kepada Allah, kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, kepada Rasul-rasul-Nya, kepada hari kiamat dan kepada qadar/taqdir yang baik maupun yang buruk“

Sehingga rukun iman ada enam:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada para malaikat
3. Iman kepada kitab-kitab
4. Iman kepada para rasul
5. Iman kepada hari akhir
6. Iman kepada qadha dan qadar .

1. Iman kepada Allah 

Iman kepada Allah SAW artinya menyakini bahwa Allah adalah Rabb segala sesuatu, pengatur seluruh alam. Ia tidak mencakup tiga unsur yaitu tauhid rububiyah, uluhiyyah, dan asma’wa sifat karena berdasarkan sumber dalam Kitab DINUKA FIL KHATAR yaitu karangan Syeh Alawy Bin Syihab. Pembahagian tauhid rububiyah, uluhiyyah, dan asma’wa sifat adalah pembahagian wahabi yaitu pemikirannya bin Abd Wahab.

2. Iman kepada Malaikat 

Iman kepada para malaikat artinya menyakini bahwa Allah SAW mempunyai malaikat yang diciptakan dari cahaya, mencakup kepada empat unsur:

1. Beriman terhadap keberadaan mereka
2. Beriman tentang sifat-sifat mereka 

Diantara sifat malaikat:
a) Malaikat mempunyai sayap
b) Jibril as dalam bentuk aslinya memiliki enam ratus sayap
c) Malaikat dapat berubah menyerupai seorang laki-laki.
3. Beriman terhadap tugas-tugas mereka. 

Diantara tugas mereka:
a) Jibril as bertugas untuk menyampaikan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul
b) Malaikat maut bertugas mencabut nyawa
c) Israfil bertugas meniup sangka kala
d) Malik bertugas sebagai pemimpin neraka
e) Malaikat yang bertugas mencatat amalan manusia. 

3. Iman kepada Kitab-kitab

Iman kepada kitab-kitab Allah, mencakup empat unsur:
1) Beriman bahwa kitab tersebut brnar-benar datang dari Allah. 

2) Beriman terhadap nama-nama yang diketahui, adapun yang tidak ketahui namanya maka beriman secara global
Diantara nama kitab yang diketahui:
a) Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud
b) Taurat yang diberikan kepada Nabi Musa
c) Shuhuf Nabi Musa dan Ibrahim
d) Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa
e) Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad 

3) Membenarkan semua yang dikabarkan dalam kitab tersebut yang belum dirubah
4) Mengamalkan hukum-hukum yang belum dihapus dengan ridha

4. Iman kepada para Rasul

Iman kepada rasul artinya menyakini bahwa Allah mrngutus pada setiap umat seorang rasul yang menyeru mereka untuk menyembah Allah, mencakup empat unsur:
1) Beriman bahwa risalah mereka benar-benar dari Allah 

2) Beriman terhadap nama-nama rasul yang diketahui 
Diantara nama-namanya ialah:
1. Adam 11. Yusuf 21. Yunus
2. Idris 12. Ayub 22. Zakaria
3. Nuh 13. Syu’ib 23. Yahya
4. Hud 14. Musa 24. Isa
5. Saleh 15. Harun 25. Muhammad
6. Ibrahim 16. Zulkifli
7. Luth 17. Daud
8. Ismail 18. Sulaiman
9. Ishak 19. Ilyas
10. Ya’qub 20. Ilyasa’ 

3) Membenarkan ajaran dan berita yang mereka sampaikan
4) Mengamalkan syariat rasul yang diutus kepada kita, yaitu rasulullah SAW

5. Iman kepada hari akhir 

Iman kepada hari akhir artinya menyakini semua yang dikabarkan oleh Allah SAW di dalam kitab-Nya dan yang dikabarkan oleh Rasulullah, mencakupi beberapa unsur:
1) Fitnah kubur
2) Tanda-tanda hari kiamat
3) Tiupan sangka kala
4) Hari kebangkitan
5) Surga dan neraka

6. Iman kepada Qadha dan Qadar 

Iman kepada qadha dan qadar artinya menyakini bahwa semua kebaikan dan keburukan terjadi dengan ketentuan takdir Allah swt. Takdir adalah ketentuan Allah yang berlaku bukan dalam hal rancangan atau rencana bagi setiap makhluk-Nya.

Pengertian Dasar-Dasar Keimanan (kufur, nifaq, fasiq, syirik, khurafat, tahyul)

1. Kufur, definisi dan jenisnya 

Kufur secara bahasa berarti menutupi, sedangkan menurut syara’, kufur adalah tidak beriman kepada Allah, baik dengan mendustakan atau tidak. 

a. jenis-jenis kufur ada dua jenis: kufur besar dan kufur kecil

KUFUR BESAR

Kufur besar bisa mengeluarkan seorang dari agama islam, kufur besar ada lima macam:
1. Kufur kerana mendustakan
2. Kufur karena enggan dan sombong
3. Kufur karena ragu
4. Kufur karena berpaling
5. Kufur karena nifaq

KUFUR KECIL

Kufur kecil yaitu kufur yang tidak menjadi pelakunya keluar dari agama islam, dan ia adalah kufur amali. Kufur amali ialah dosa-dosa yang disebutkan di dalam Al-Quran dan sunnah sebagai dosa-dosa kufur, tetapi tidak mencapai derajat kufur besar.

Kesimpulan perbedaan antara kufur besar dan kecil 

1. Kufur besar mengeluar pelakunya dari agama islam dan menghapus(pahala) amal-nya, sedangkan kufur kecil tidak mengeluar pelakunya juga tidak menghapus amalannya.
2. Kufur kecil menjadikan halal darah dan harta pelakunya, sedangkan kufur besar tidak.
3. Kufur besar menjadikan pelakunya kekal di dalam neraka ,sedangkan kufur kecil, jika pelakunya masuk neraka maka ia tidak akan kekal di dalamnya.

2. Nifaq, defenisi dan jenisnya

a. Definisi nifaq 

Nifaq menurut syara’ yaitu menampakkan islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan.

a. Jenis nifaq 

Nifaq ada dua: nifaq i’tiqadi dan nifaq ‘Amali. 

Nifaq i’tiqadi (keyakinan) yaitu nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifaq ini menjadikan keluar dari agama dan pelakunya berada di dalam neraka. 

Nifaq ‘Amali (perbuatan) yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih ada iman di dalam hatinya. Nifaq ini tidak mengeluarkan pelakunya dari agama islam.

Perbedaan antara nifaq besar dan kecil
1. Nifaq besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq kecil tidak.
2. Nifaq besar tidak terjadi dari seorang mukmin sedangkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang mukmin.
3. Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil dalam hal perbuatan.

3. Fasiq definisi dan ciri-cirinya 

Makna kata fasiq secara bahasa adalah keluar dari sesuatu. Orang fasiq adalah orang yang melanggar perintah Allah yang telah diperintahkan kepada mereka. 

Ada dua macam fasiq: yaitu fasiq yang menyebabkan kufur dan fasiq yang tidak menyebabkan kufur dan tidak menyebabkan seseorang keluar dari agama islam, akan tetapi mengurangi keimanan.

4. Syirik, definisi dan jenisnya 

a. Definisi syirik
Syirik yaitu menyamakan Allah dalam hal yang merupakan kekhususan Allah. 

b. Jenis syirik
Syirik ada dua jenis: syirik besar dan syirik kecil

SYIRIK BESAR 

Syirik besar bisa mengeluarkan pelakunya dari agama islam dan menjadikannya kekal di dalam neraka. 

Syirik besar ada empat macam:
1. Syirik (doa) yaitu di samping dia berdo'a kepada Allah SAW, ia juga berdo’'a kepada selain-Nya
2. Syirik niat, keinginan dan tujuan
3. Syirik keta’atan
4. Syirik kecintaan (mahabbah)

SYIRIK KECIL

Yaitu syirik dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Dalam bentuk ucapan misalnya bersumpah dengan nama selain Allah. 

Syirik kecil ada dua macam:
1. Syirik nyata (zhahir)
Yaitu sebagai mana hadis Nabi Muhammad SAW “syirik kecil yang dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Dalam bentuk ucapan misalnya, bersumpah dengan nama selain Allah”[2]
2. Syirik tersembunyi (khafi)

5. Khurafat

Khurafat ialah semua cerita sama ada rekaan atau khayalan, ajararan-ajaran, pemujaan dan kepercayaan yang menyimpang dari ajaran islam. Kata khurafat berasal dari bahasa arab: al-khurafat yang berarti dongeng, akidah yang benar. 

Di antara faktor-faktor yang mendorong terjadinya khurafat ialah:
1. Mudah mempercayai benda-benda takhyul
2. Dangkal ilmu agama
3. Terpengaruh dengan kelebihan seseorang atau sesuatu benda

6. Tahayul 

Kepercayaan yang sampai kini melekat dalam diri sebagian umat islam tapi diseleweng.

HUBUNGAN ANTARA IMAN DAN ISLAM 

Dalam pandangan islam, dalam diri manusia terdapat unsur yang diistimewakan Allah SWT, utamanya terkait dengan keimanan. Sayangnya, hal itu tidak dapat perhatian yang selayaknya. Sering dilupakan bahwa prilaku keislaman harus didasari oleh keimanan yang teguh. 

Dalam menjelaskan iman, beberapa ulama’ ahlusunnah (aswaja) memiliki pandangan yang berbeda:

Menurut imam malik, syafi’, ahmad, awzai, ishaq bin al-rahawayh makna iman mencakup keyakinan dalam hati dan pengakuan dengan lisan bahwa ajaran yang dibawa oleh nabi adalah benar (haq). 

Sementara Al-Maturidi berpendapat bahwa hakikat keimanan adalah pembenaran hati, sementara pengakuan lisan merupakan pilar (rukun) tambahan dalam keimanan, bukan merupakan unsur utama. 

Tiga komponen keimanan yaitu: pembenaran dengan hati, ungkapan dengan lisan dan pembuktian dengan pengalaman. 

Pertalian Iman dan Islam: tertanamnya keimanan dalam hati akan melahirkan tata nilai ketuhanan (rabaniyyah), yaitu tata nilai yang dijiwai oleh kesadaran bahwa hidup ini berasal dari Allah SWT. Iman adalah perbuatan batin (akidah) sedangkan Islam adalah perbuatan lahirnya atau bisa di katakan hal selama ini yang umrah kali yaitu Islam KTP.

Rukun Islam 

Rukun adalah keberadaan sesuatu yang mengharuskan atau menyebabkan adanya sesuatu yang lain, tidak adanya juga menyebabkan tidak jadi adanya sesuatu itu. 

Islam dibangun atas lima sendi yang wajib dimiliki dan dijalani oleh orang islam atau orang lain yang mahu memeluk agama islam, kelima rukun islam itu adalah: 

1. Mengucapkan dua kalimah syahadah
2. Sembahyang
3. Puasa
4. Zakat
5. Haji

a. Mengucapkan dua kalimah syahadah 

Syahadat merupakan ruh. inti seluruh agama islam, yang terdiri atas dua kalimat yaitu pertama syahadat tauhid dan yang kedua syahadat Nabi:

اشهد الا اله الا الله واشهد ان محمد رسول الله 

“Aku naik saksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah“ 

Kalimat pertama menunjukkan pengakuan tauhid, artinya seorang muslim hanya mempercayai Allah sebagai satu-satunya Allah. 

Kalimat kedua menunjukkan pengakuan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. 

Dengan mengikrarkan kalimat ini seorang muslim memantapkan diri untuk menyakini ajaran Allah seperti yang disampaikan melalui Nabi Muhammad, seperti misalnya hadis-hadis Muhammad.

b. Sembahyang

الصلاة berarti sembahyang atau doa. 

Adapun arti shalat menurut syara’: 

افعال واقوال مفتتحة بالتكبير ومختتمة بالتسليم 

“beberapa pekerjaan, beberapa perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam“ 

Shalat merupakan tiang agama dan akan di pertanggung jawabkan pertama kali adalah shalat. Nabi Muhammad telah memberikan peringatan keras kepada orang yang suka meninggalkan solat. 

Tujuan dan hikmah shalat :
  • Menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar.
  • Memperoleh ketenangan jiwa.

c. Puasa

Arti puasa secara bahasa adalah ‘menahan diri’. 

Sedangkan menurut istilah syara’ adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. 

Hikmah dan rahasia puasa:
  • Sebagai tanda rasa syukur kita kepada Allah baik syukur sebagai hambanya maupun syukur atas segala rahmat dan nikmatnya.
  • Didikan perasaan kasih sayang pada pihak lain, rasa kasih sayang dan iba terutama pada kaum yang lemah.
  • Untuk refreshing perut, penurunan suhu tubuh yang selama ini beroperasi dengan berbagai jenis makanan. 

d. Zakat

Zakat menurut istilah ilmu fikih ialah nama bagi harta tertentu yang diambil dari harta tertentu, menutut peraturan tertentu yang ditasarufkan bagi golongan tertentu. 

Barang-barang yang wajib dizakati:
  • Binatang ternak
  • Barang berharga (emas, perak) 
  • Tanam-tanaman 
  • Buah-buahan 
  • Barang perdagangan
Zakat fitrah 

Wajib mengeluarkan zakat itu kepada 8 golongan:
1. Fakir
2. Miskin
3. Amil
4. Mualaf
5. Riqab
6. Gharim
7. Ibnu sabil 

Yang tidak boleh dizakati:
1. Orang yang kaya dengan harta atau usaha dengan usahanya.
2. Hamba sahaya
3. Keturunan hasyimi
4. Keturunan muthalib
5. Kafir

Tujuan dan hikmah zakat: 
  • Agar jangan harta itu menyebar di kalangan orang yang kaya sahaja
  • Membersihkan jiwa orang yang berzakat dari sifat sombong dan kikir 
  • Membersihkan hartanya dari bercampur baur dengan hak orang lain. 

e. Haji

Arti haji menurut istilah ilmu fikih menuju baitullah untuk beribadah semata-mata hanya menunaikan ibadah kita apa kita sudah mampu untuk melaksanakannya.

Syarat-syarat wajib haji ada 7:
1. Beragama islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Merdeka
5. Mampu
6. Aman perjalanan
7. Memungkinkan pergi 

Rukun haji dan umrah 

1. Rukun haji ada 4:
  • Ihram haji serta niat
  • Wukuf di arafah (setelah tergelincir matahari tanggal 9 zulhijjah) 
  • Tawaf ka’bah 7 kali 
  • Sa’i antara safa dan marwah selama 7 kali dimulainya dari safa diakhiri di marwah 
2. Rukun umrah ada 3: 
  • Ihram umrah
  • Tawaf dan sa’i 
  • Bercukur rambut kepala 
Kewajipan haji dan sunnahnya

1. Wajib haji selain rukunnya ada 3 perkara:
  • Ihram dari miqat
  • Melempar jumrah 3 kali 
  • Bercukur rambut kepala 
2. Sunnah-sunnah haji ada 7:
  • Ifrad, mendahulukan haji dan umrah
  • Membaca talbiyah 
  • Tawaf qudum (sebelum ke arafah) 
  • Bermalam di muzdalifah 
  • Shalat sunnah tawaf 2 rakaat 
  • Bermalam di mina 
  • Tawaf wada’
Tujuan dan hikmah haji 

Memenuhi panggilan Allah untuk memperingati serangkaian kegiatan yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan menziarahi tempat nabi Ibrahim.

ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM 

Ilmu kalam sebagai ilmu pengetahuan yang belum dikenali pada zaman Rasullullah masa hidup beliau. Semua proses dilakukan setelah Rasullullah wafat. Muncul beberapa ilmu yang besar kemudian menjadi cabang-cabang yang lebih kecil. 

A. Akidah Pada Masa Nabi Muhammad SAW

Akidah pada masa Rasullullah SAW umat islam bersatu baik dalam hal akidah, syari’at maupun akhlak. Jika terdapat perselisihan mereka terus menanyakan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menerangkannya. 

Ada beberapa peyimpangan akidah pada zaman Rasullullah, yaitu peyimpangan akidah orang-orang arab terdahulu. Dan setiap orang yang menyimpang dari Nabi Muhammad disebut sebagai orang jahiliyyah. 

B. Akidah Pada Masa Sahabat 

Khulafaurrasyidin sebagai sahabat-sahabat yang meneruskan perjuangan Rasullullah SAW, kiranya pantas untuk dijadikan rujukan ketika kita akan melaksanakan sesuatu. 

Faktor-faktor timbulnya aliran-aliran ilmu kalam ialah antaranya Faktor Internal dan Faktor Eksternal. 

Faktor Internal merupakan faktor yang muncul dari dalam umat islam sendiri. 

Sedangkan Faktor Eksternal ialah factor yang muncul dari luar ummat islam.

Aliran-Aliran Ilmu Kalam Dan Doktrin-Doktrinnya 

1. Aliran Syiah Dan Pengikut-Pengikutnya

Aliran syiah adalah salah satu aliran yang menyakini bahwa Ali Bin Abi Thalib keturunan-keturunanya adalah imam-imam para pemimpin agama dan umat setelah Nabi Muhammad.

Kata-kata syiah biasa digunakan kepada orang-orang yang mengikuti atau berpihak kepada Ali bin Abi Thalib. 

Syiah mulai muncul pada masa akhir Usman bin Affan, kemudian tumbuh dan berkembang pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib. 

Golongan syiah terdiri atas dua puluh dua golongan. Sebahagian mengkafirkan sebagian yang lainnya, golongan yang terkenal ada empat yaitu isna asy’ariyah, sabi’yah, ghulat dan zaidiyah. 

2. Aliran-Aliran Muktazilah dan Doktrin-Doktrinnya

Secara teknis, istilah muktazilah dapat menunjukkan kepada dua golongan yaitu golongan yang pertama yang disebut golongan muktazilah. 

1. Golongan muktazilah pertama tersebut muncul sebagai respon politik murni. Golongan kedua yaitu disebut golongan muktazilah 
2. muncul sebagai respon mengenai persoalan teologis yang berkembang di kalangan khawarij dan murji’ah kerna peristiwa tahkim. 

Doktorin-Doktorin Aliran Muktazilah: Abu Al-Hassan mengatakan.“Tidak seorang pun berhak mengaku sebagai penganut muktazilah sebelum mengakui Al-Ushul Al-Khamsah. 

(Lima dasar) aliran ialah: 

1. At-Tauhid: Merupakan satu hal yang paling utama bagi pengikut Muktazilah.
2. Al-‘Adl: Berarti Tuhan yang Maha Adil. Adil adalah suatu tribute yang paling jelas utama menunjukkan kesempurnaan, karna Tuhan maha sempurna jadi sudah pasti Adil.
3. Al-wa’d wa Al-wa’id: Ajaran ini berarti janji dan ancaman, bagi muktazilah tidak memberi peluang kepada Tuhan.
4. Al-mamzilah baina al manzilatain: Ajaran inilah yang menyebabkan munculnya aliran ini, ajaran ini berkenaan dengan status pelaku dosa besar.
5. Al’amr bi Al-Ma’ruf wa An-Nahyan Al-munkar: Ajaran yang menyuruh kepada kebajikan dan melarang akan kemungkaran, ini merupakan konsekuensi logis dari keimanan seseorang. 

3. Aliran Jabariyah Dan Doktrin-Doktrinnya

Kata Jabariyah berasal dari kata jabara yang berarti “memaksa”.

Di dalam Al-Munjid bahwa nama jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung arti memaksa dan mengharuskan melakukan sesuatu. 

Doktorin-Doktorin jabariyah: 

1. Manusia tidak mampu berbuat apa-apa. Ia tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri dan tidak mempunyai pilihian sendiri.
2. Surga dan neraka tidak kekal. Tidak ada yang kekal selain Tuhan.
3. Iman adalah makrifat atau membenarkan dalam hati. 

4. Aliran Qadariyah Dan Doktrin-Doktrinnya

Qadariyah berasal dari bahasa arab qadara, yang artinya kemampuan dan kekuatan. 
Aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi perbuatannya. 

Paham qadariyah pertama dimunculkan oleh Ma’bad Al-Jauhani da Ghailan Ad-Dimasyqi. 

Doktrin-doktrin qadariyah:

1. Doktorin qadariyah pada dasarnya menyatakan bahwa segala tingkah laku manusia dilakukan atas kehendaknya sendiri. Manusia dalam hal ini mempunyai kewenangan untuk melakukan apa sahaja perbuatannya mengikut kehendaknya baik maupun buruk.
2. Dengan pemahaman ini, kaum qadariyah berpendapat bahwa tidak ada alasan yang tepat untuk menyadarkan perbuatan manusia pada perbuatan tuhan. 

5. Aliran Asy’ariyah Dan Doktrin-Doktrinnya

Al-Asyari nama lengkap beliau adalah Abu Hasan Ali bin Ismail bin Ishaq bin Salim bin Isma’il bin Abdillah bin Musa bin Bilal bin Abi Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari, menganut paham mu’tazilah hanya sampai 40 tahun. 

Setelah itu ia telah mengumunkan di hadapan orang ramai di hadapan jama’ah mesjid bashrah bahwa dirinya telah meninggalkan paham mu’tazilah dan akan mununjukkan keburukan-keburukannya.

6. Aliran Maturidiah Dan Doktrin-Doktrinnya

Abu Mansur dilahirkan di Maturidi sebuah kota kecil di daerah Samarkandi. 

Al-maturidi lebih dikonsenterasikan untuk menekuni bidang teologi dari pada fiqh, sebagai usaha untuk memperkuat pengetahuannya untuk menghadapi paham-paham teologi yang berkembang di kalangan masyarakat. 

Doktorin-doktrin Al-Maturidi:
1. Akal dan wahyu
2. Perbuatan manusia
3. Kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan
4. Sifat Tuhan
5. Melihat Tuhan
6. Kalam Tuhan
7. Perbuatan manusia
8. Pengutusan Rasul
9. Pelaku dosa besar 

7. Aliran Ahli Sunnah Wal-Jamaah dan Doktrin-Doktrinnya

Ahli sunnah wal-jamaah (aswaja) adalah kaum yang menganut I’tiqad yang dianaut Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. 

Sebelum lahirnya aliran ini, telah ada aliran syiah, khawarij dan muktazilah, aliran-aliran ini mengeluarkan fatwa yang ganjil-ganjil dan yang berlainan dengan I’tiqad yang dibawakan oleh Nabi dan para Sahabat. Kemudian timbul pula aliran qadariah dan jabariyah. 

Doktrin-doktrinnya: 
1. Sifat Tuhan
2. Rukun Iman
3. Kekuasaan Tuhan dan Perbuatan Manusia
4. Kekuatan Akal
5. Keadilan Tuhan
6. Melihat Tuhan Pada Hari Kiamat

Post a comment for "Akidah-Akidah pokok Dalam Ilmu Tauhid, Rukun Iman, Pengertian Dasar-Dasar Keimanan, Hubungan Antara Iman Dan Islam, Rukun Islam, Aliran-aliran ilmu kalam"

Follow By Email