Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara menanggapi Emansipasi bagi wanita tidak boleh berkarya

Bagaimana cara menanggapi makna Emansipasi bagi Perempuan?

Sebelumnya, dulu perempuan-perempuan tidak boleh berkarya, tidak boleh berkiprah di Eropa dan perempuan tidak boleh baca kitab suci sehingga perempuan terkekang.

Akhirnya pada masa Renaissance kebangkitan Eropa pada abad 15 muncullah gerakan Emansipasi Perempuan, gerakan yang paling exstrim perempuan tidak mau menikah dengan laki-laki karena diangganya dia sudah terlalu lama terjajah disitulah muncul gerakan Lesbi.

Sedangkan dalam Islam gerakan demikian tidak pernah terjadi karena perempuan selalu diberi peran, seperti ketika Rasullah SAW berhijrah siapa yang membawa makanan keatas Jabal Tsur ? perempuan yaitu Asma'  

Seperti juga Nusaibah, yang mengikuti peran penting ketika ikut perang bersama Rasul yang sehingga memiliki belasan luka tombak dan panah, bahkan lukanya kata Rasul bawakan Nusaibah ke kemah Rufaidah (yaitu kemah khusus untuk menyembuhkan wanita sakit).

Jadi dalam Islam perempuan juga disebutkan dalam Al-Qur'an yang bunyinya, orang beriman laki-laki dan perempuan mereka saling menolong. Dapat disimpulkan bahwa dua kaum ini tidak boleh saling menjajah dan melecehkan.

Perempuan dalam Islam dimuliakan tidak pernah dihinakan, seperti halnya juga seorang Ibu urus telapak kaki ibumu karena disana ada Syurga.  

Kemudian siapa saja yang membesarkan dan mengurus anak perempuan dengan di didiknya dengan baik, dinikahkannya dengan baik sehingga berbuat baik sampai meninggal maka anak perempuan yang kita jaga masuk Syurga.

Jadi dapat disimpulkan dengan dalil diatas tidak akan pernah terjadi diskriminatif terhadap perempuan.

Kenapa harta wariran lebih banyak laki-laki?

Karena laki-laki yang menanggung biaya nikah, mahar dan nafqah bukan Islam diskriminatif, sekalipun sekarang terjadi gerakkan Emansipasi itu orang yang terpengaruh barat dan kebarat-baratan sehingga keberatan hehe.

Islam bahkan memberikan kebebasan bagi perempuan seperti boleh bagi perempua bekerja dengan syarat ketentuan berlaku:
Kalau perempuan yang sudah nikah maka minta izin Suami, Jika belum menikah izin Wali.  
Tidak bermake up jahiliyah, natural saja
Tidak meninggalkan kewajiban sebagai istri atas anak-anak dan suaminya
Tidak berduan di suatu tempat tanpa mahram 
Tidak musafir tanpa mahram. Demikian

Note: Islam Tidak Pernah Melarang Perempuan Untuk Berkarya

Mahlil Al mudassa
Mahlil Al mudassa Hamba Allah yang sering nyangkut di dunia maya via atribut fana. Slogan BISYEL Email: mahlilflanstsr@gmail.com

Post a comment for "Cara menanggapi Emansipasi bagi wanita tidak boleh berkarya "

Follow By Email