Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting ADS Search Google

Cara Pemeriksaan dan Manfaat Pemeriksaan Laboratorium Protein Urine

Pemeriksaan Laboratorium Protein Urine
Mahasiswi Akademi Kesehatan Rustida

Protein urine adalah kondisi urine atau air kencing yang mengandung jumlah albumin yang tidak normal. Albumin merupakan salah satu jeni sprotein dalam darah. Kondisi ini bukanlah penyakit, tetapi merupakan gejala yang bisa menandakab penyakit tertentu.

Organ ginjal yang sehat tidak membiarkan jumah protein keluar terlalu banyak melalui filter ginjal. Namun, filter yang rusak akibat penyakit ginjal dapat membuat protein seperti albumin bocor dari darah ke dalam urine. 

Ketika seseorang terdiagnosa penyakit ini harus segera periksa ke dokter, terutama jika mulai mengalami tanda atau gejala seperti pembengkakan dan urine berbusa. 

Cara mengetahui apakah urine kita terdapat protein/albumin yang tidak normal dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan laboratorium Protein urine. 

Pemeriksaan protein urine adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai jumlah protein yang terdapat dalamm urine, jika ternyata diketahui terdapat kelebihan protein dalam urine, hal ini mengindikasikan penyakit tertentu, khususnya kelainan pada ginjal.

Manfaat lain yang dapat kita dapatkan ketika melakukan pemeriksaan protein urine seperti halnya untuk ibu hamil yaitu untuk mengintifikasikan adanya preeklampsia, baik ringan atau berat yang dapat mengarah pada keadaan eklampsia. 
Eklampsia adalah Kejang yang terjadi selama kehamilan atau sesaat setelah melahirkan.
Eklampsia dapat mengikuti kondisi tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urin selama kehamilan (preeklampsia).
Gejala yang menandakan peningkatan risiko eklampsia termasuk nyeri pada perut bagian atas kanan, sakit kepala parah, dan penglihatan serta perubahan status mental.
Obat dapat menangani dan mencegah kejang serta menurunkan tekanan darah tinggi. Bayi mungkin harus dikeluarkan lebih awal.
Tentunya ini sangat merugikan dan merupakan tanda dan bahaya bagi ibu hamil yang dapat mengancam keselamatan dirinya dan janinnya. Maka dari itu perlu diadakan prosedur pemeriksaan protein urine sejak dini pada ibu hamil tersebut. 

Cara pemeriksaannya yaitu menyiapkan alat dan bahan seperti:

1. Sampel urine

2. Tabung reaksi

3. Penjepit tabung

4. Reagen bang

5. Pembakar spirtus/lampu spirtus

6. Beaker glass

7. Gelas ukur

8. Asam asetat

www.mahlil.com
www.mahlil.com

Kemudian untuk prosedur pemeriksaannya yaitu:

1. Masukan sampel urine ke dalam beaker glass

2. Ukurlah dengan gelas ukur sebanyak 5ml

3. Masukan kedalam tabung reaksi

4. Tambahkan 10 tetes reagen bang

5. Panaskan mendidih selama 30 detik

6. Baca kekeruhannya, jika terjadi kekeruhan tambahakan 3-5 tetes asam asetat 6%, baca hasilnya, jika tetap keruh berarti proteinurine positif, jika kekeruhan hilang disertai                    gelembung gas berari unsur karbonat, jika kekeruhan hilang tanpa disertai gelembung gas berarti unsur fosfat. Nilai normal jika tidak terjadi kekeruhan atau negative(-).

Penulis: Lutfi Nuraini Mahasiswi Akademi Kesehatan RUSTIDA
Krikilan, Glenmore, Banyuwangi

wanita sholehah
Lutfi Nuraini
Mahlil Al mudassa
Mahlil Al mudassa Hamba Allah yang sering nyangkut di dunia maya via atribut fana. Slogan BISYEL Email: mahlilflanstsr@gmail.com

Post a Comment for "Cara Pemeriksaan dan Manfaat Pemeriksaan Laboratorium Protein Urine"