Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting ADS Search Google

Tio Ardianto Hingga Teror (Ketua BEM UGM) Kritik Keras Program MBG Presiden Prabowo

Tio Ardianto Hingga Teror (Ketua BEM UGM) Kritik Keras Program MBG Presiden Prabowo
PROGRAM MBG

Tio Ardianto (Ketua BEM UGM) yang membahas kritik tajamnya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran serta serangkaian teror yang ia alami setelah bersikap kritis.

Berikut adalah poin-poin utama tersebut:

1. Latar Belakang Kritik: Kematian Anak di NTT

Tio mengungkapkan rasa duka dan kemarahannya atas kasus seorang anak di NTT yang bunuh diri karena tidak mampu membeli alat tulis seharga Rp10.000. Ia menilai hal ini sebagai ironi besar karena di saat yang sama pemerintah menggelontorkan anggaran triliunan rupiah untuk program-program yang dianggapnya sebagai penghamburan uang, seperti makan bergizi gratis dan lembaga internasional yang kontroversial.

2. Kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Tio memberikan beberapa kritik substansial terhadap program MBG:

 * Pelanggaran Konstitusi: Ia menilai anggaran MBG sebesar Rp223 triliun melanggar aturan mandatory spending pendidikan (20% APBN) karena diambil dari pos anggaran pendidikan.

 * Bukan Program, tapi Proyek: Tio menduga program ini lebih bersifat proyek politik untuk kepentingan pemilu 2029 daripada solusi nyata untuk stunting.

 * Inkompetensi Rezim: Ia mengkritik penunjukan ahli serangga sebagai kepala Badan Gizi Nasional dan keterlibatan Polri dalam urusan katering sebagai bentuk inkompetensi rezim.

3. Serangkaian Teror dan Intimidasi

Setelah bersikap kritis, Tio dan sekitar 30 pengurus BEM UGM lainnya mengalami berbagai bentuk teror:

 * Ancaman Pembunuhan: Adanya informasi mengenai operasi intelijen yang menargetkan pembunuhan Ketua BEM UGM.

 * Serangan Karakter (Pembunuhan Karakter): Penyebaran fitnah di media sosial menggunakan teknologi AI, seperti tuduhan LGBT, penggunaan jasa LC, hingga tuduhan korupsi uang organisasi.

 * Penguntitan: Tio dan rekannya beberapa kali diuntit oleh orang tidak dikenal di tempat umum.

4. Sikap BEM UGM dan Dukungan Kampus

Tio menegaskan bahwa teror tersebut tidak akan membuat mereka gentar. Ia memegang prinsip "Something that doesn't kill you will make you stronger". Ia juga mengapresiasi pimpinan UGM yang berkomitmen melindungi kebebasan ekspresi mahasiswa dan menugaskan satuan keamanan kampus (K5L) untuk berkoordinasi dengan mereka.

5. Pesan untuk Mahasiswa dan Pemerintah

 * Kepada Mahasiswa: Tio menyerukan agar aktivisme mahasiswa kembali ke fitrahnya sebagai juru bicara rakyat dan tidak terjebak dalam pragmatisme atau mencari muka kepada pejabat.

 * Kepada Presiden Prabowo: Ia meminta Presiden untuk rendah hati, mendengarkan suara rakyat secara langsung, dan tidak hanya melihat data yang dimanipulasi oleh bawahan. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan hanyalah amanah sementara dari rakyat.

Kesimpulan Utama:

Tio menggambarkan ketegangan antara gerakan mahasiswa kritis dan kekuasaan. Tio Ardianto memposisikan BEM UGM sebagai oposisi yang menuntut prioritas anggaran untuk pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, sembari menghadapi risiko represi yang nyata dalam upaya mempertahankan demokrasi di Indonesia.

Mahlil Al mudassa
Mahlil Al mudassa Hamba Allah yang sering nyangkut di dunia maya via atribut fana. Email: mahlilflanstsr@gmail.com

Post a Comment for "Tio Ardianto Hingga Teror (Ketua BEM UGM) Kritik Keras Program MBG Presiden Prabowo"